Blog

  • Kuasa Hukum Priyo Sayangkan JPU Masih Gunakan Keterangan Ririn yang Manipulatif Sebagai Dasar Tuntutan

    INDRAMAYU – 18/06/2026 – Menanggapi tuntutan 20 tahun penjara yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kuasa hukum terdakwa Priyo Bagus Setiawan, Ruslandi, langsung mengambil sikap tegas, Pihaknya menuding JPU masih menutup mata dan menggunakan keterangan manipulatif dari saksi pelaku lain, Ririn, sebagai dasar menyusun tuntutan dalam kasus “Paoman Indramayu”.

    Meskipun Ruslandi menyatakan memahami beratnya tuntutan JPU karena adanya dua anak di bawah umur di antara lima korban yang meninggal dunia, ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan berdasarkan kebenaran materiil, bukan narasi palsu.

    Target Pledoi Patahkan 2 Tuduhan Krusial
    Ruslandi dengan lantang membeberkan dua fakta persidangan yang diputarbalikkan dan akan menjadi amunisi utama dalam nota pembelaan (pledoi) mendatang,
    Manipulasi Alat Bukti Palu, JPU dinilai memaksakan adanya “niat bersama” hanya karena Ririn meminjam palu milik Priyo.

    “Padahal, fakta persidangan dengan jelas mengungkap bahwa palu tersebut dipinjam murni untuk merobohkan bangunan rumah, bukan untuk merencanakan tindak pidana,” tegas Ruslandi, Aksi Keji Terhadap Bayi, Ruslandi membantah keras keterlibatan kliennya dalam tindakan keji terhadap korban bayi. “Soal bayi yang ditenggelamkan, itu murni dilakukan oleh pelaku Ririn, sama sekali bukan dilakukan oleh Priyo!” cetusnya.

    “Jaksa Mengacu pada Keterangan Pelaku yang Manipulatif” Pihak kuasa hukum menyayangkan sikap JPU yang dinilai masih bersandar pada kesaksian Ririn yang sejak awal dinilai penuh kebohongan dan manipulasi untuk menyelamatkan diri sendiri.

    “Hal yang tidak dilakukan Priyo akan saya tekankan pada nota pembelaan, karena jaksa masih menggunakan keterangan pelaku Ririn yang terbukti banyak manipulatif,” pungkas Ruslandi dengan nada tinggi.

    Dengan selesainya pembacaan tuntutan, genderang perlawanan kini berpindah ke tangan tim penasihat hukum Priyo. Sidang berikutnya akan menjadi panggung bagi pihak Priyo untuk mematahkan argumen JPU lewat pembacaan pledoi, sebelum Majelis Hakim menjatuhkan vonis akhir.

  • Putri Ziani Bersinar sebagai Reina di Film Menang untuk Kalah, Talenta Asli Bandung Angkat Pesan Bahaya Judi Online

    Aktris sekaligus influencer asal Bandung, Putri Ziani Rachadian, mendapat apresiasi atas penampilannya sebagai Reina dalam film Menang untuk Kalah. Dalam film yang mengangkat fenomena judi online dan pinjaman online, Putri dinilai mampu menghadirkan karakter yang kuat, emosional, dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Film tersebut menjalani proses syuting di sejumlah lokasi di Kota Bandung.

    Kemampuan akting Putri Ziani dinilai berhasil menghidupkan sosok Reina melalui pembawaan yang natural, ekspresi yang meyakinkan, serta penyampaian konflik dan dinamika emosi yang terasa nyata. Hal tersebut membuat karakter Reina menjadi salah satu sosok yang mudah diterima dan relevan bagi para penonton.

    Tak hanya dikenal sebagai aktris, Putri Ziani juga merupakan influencer asli Bandung yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Berdasarkan akun resminya, Putri memiliki sekitar 1 juta pengikut di Instagram (@putriziani) serta sekitar 3,8 juta pengikut di TikTok (@putrizianii) dengan total 118,1 juta likes, menjadikannya salah satu kreator konten muda asal Jawa Barat yang memiliki jangkauan luas.

    Film Menang untuk Kalah sendiri mengangkat pesan moral mengenai dampak buruk judi online dan pinjaman online terhadap kehidupan keluarga. Dengan latar pengambilan gambar di Bandung, film ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah melalui industri perfilman.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas hadirnya karya perfilman yang mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
    “Kami mengapresiasi lahirnya karya anak bangsa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan edukatif tentang bahaya judi online dan pinjaman online. Kehadiran Putri Ziani sebagai putri daerah asal Bandung yang dipercaya memerankan karakter Reina menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Barat. Semoga kiprahnya dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, serta memanfaatkan media sosial dan dunia perfilman sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai positif,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Jum’at (3/7/2026)

    Ia juga berharap semakin banyak talenta muda Jawa Barat yang mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui karya-karya kreatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.

    Dengan bakat yang dimiliki serta dukungan jutaan pengikut di media sosial, Putri Ziani dinilai memiliki peluang besar menjadi idola baru asal Bandung di industri perfilman Indonesia. Semoga perjalanan kariernya semakin sukses, terus menghasilkan karya-karya berkualitas, dan mampu mengharumkan nama Bandung serta Jawa Barat di kancah perfilman nasional.

  • Polda Jabar Dukung Film “Menang untuk Kalah”, Karya Anak Bangsa dari Bandung untuk Indonesia sebagai Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

    Polda Jabar Dukung Film “Menang untuk Kalah”, Karya Anak Bangsa dari Bandung untuk Indonesia sebagai Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mendukung penuh produksi film drama sosial berjudul Menang untuk Kalah, sebuah karya perfilman yang lahir dari Bandung untuk Indonesia dengan mengangkat fenomena maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat.

    Film yang disutradarai oleh Hastobroto ini mengisahkan perjalanan Bima, seorang kepala keluarga yang memiliki niat tulus untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Namun, di tengah tekanan ekonomi, Bima tergiur jalan pintas melalui judi online yang pada awalnya memberikan kemenangan semu. Ketika mengalami kekalahan, ia kemudian terjerat pinjaman online ilegal untuk menutupi kerugiannya. Kondisi tersebut akhirnya menyeret dirinya ke dalam lingkaran utang, kehancuran ekonomi keluarga, tekanan penagihan, hingga konflik rumah tangga yang semakin kompleks.

    Film Menang untuk Kalah diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, di antaranya Surya Saputra sebagai Bima, Lulu Tobing, Yessy Gusman, Alessandrio Karamoy, Ajil Ditto, Putri Ziani, Beddu, Tike Priatnakusumah, serta Tigor. Kehadiran para pemain senior dan generasi muda tersebut diharapkan mampu memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.

    Dalam film ini, sosok anggota Kepolisian juga ditampilkan bukan semata-mata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai figur humanis yang hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta upaya pencegahan kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online dan pinjaman online ilegal.

    Kapolda Jawa Barat, Komjen Pol. Rudi Setiawan, memberikan dukungan penuh terhadap produksi film ini, mulai dari penguatan substansi pesan moral hingga pengawasan terhadap komunikasi publik yang dibangun melalui karya sinematik tersebut.
    Sementara itu, dalam pelaksanaan produksi di lapangan, proses pembuatan film turut mendapat dukungan dan pendampingan dari Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.

    Kapolda Jabar Komjen Pol. Rudi Setiawan hadir langsung dalam kegiatan peluncuran dan promosi film yang digelar di Hotel Savoy Homann, Bandung, Kamis (2/7/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa penyelesaian persoalan judi online dan pinjaman online ilegal tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan langkah edukatif dan preventif kepada masyarakat.

    “Judol bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya bahkan sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Judol sering memberikan kemenangan di awal untuk menarik minat pemain. Namun pada akhirnya berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan pelakunya,” ujarnya.

    Kapolda Jabar juga menyoroti keterkaitan erat antara praktik judi online dengan maraknya pinjaman online ilegal. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memanfaatkan pinjol ilegal untuk menutupi kerugian akibat bermain judi online, sehingga terjebak dalam lingkaran persoalan yang semakin sulit diselesaikan. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., pada Jumat (3/7/2026), mengatakan bahwa dukungan Polda Jabar terhadap film Menang untuk Kalah merupakan bagian dari strategi komunikasi publik dan edukasi sosial yang dilakukan Kepolisian kepada masyarakat.

    “Film ini dibuat berdasarkan realitas dan fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui pendekatan seni dan budaya, kami berharap pesan mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal dapat diterima secara lebih luas, menyentuh sisi emosional masyarakat, serta menjadi sarana edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Melalui dukungan terhadap film Menang untuk Kalah, Polda Jawa Barat berharap masyarakat semakin memahami bahwa judi online dan pinjaman online ilegal bukanlah solusi atas persoalan ekonomi, melainkan ancaman yang dapat menghancurkan masa depan individu, keluarga, dan lingkungan sosial. Kehadiran film ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus gerakan edukasi bersama untuk membangun masyarakat yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

    Bandung, 3 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • rawal dari Kasus Judi Kosambi, Lahir Film “Menang Untuk Kalah” Angkat Dampak Judol dan Pinjol

    Berawal dari Kasus Judi Kosambi, Lahir Film “Menang Untuk Kalah” Angkat Dampak Judol dan Pinjol

    Film Menang Untuk Kalah lahir dari kolaborasi antara Polda Jawa Barat dan insan seni sebagai media edukasi mengenai bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

    Kapolda Jawa Barat Komjen Pol. Rudi Setiawan mengatakan, ide pembuatan film tersebut berawal dari diskusi dengan Alfarizi, seorang seniman yang dikenalnya. Percakapan itu terjadi setelah Polda Jabar mengungkap kasus perjudian di kawasan Kosambi yang sempat menjadi perhatian publik.

    Menurutnya, Jawa Barat tidak memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian karena praktik tersebut menjadi pemicu berbagai persoalan sosial di masyarakat.

    Dari kolaborasi tersebut lahirlah film Menang Untuk Kalah produksi Para Films yang mengangkat kisah korban yang terjebak dalam lingkaran kecanduan judi online hingga terlilit utang pinjaman online ilegal.

    Film tersebut menggambarkan berbagai dampak yang dialami korban, mulai dari tekanan akibat penagihan utang, kehancuran ekonomi keluarga, konflik rumah tangga, hingga perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan.

    Kapolda Jabar menilai cerita yang diangkat merupakan cerminan berbagai kasus yang selama ini ditemukan di lapangan.

    “Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa mengalami kehancuran akibat judi online dan bagaimana tekanan yang dialami korban ketika diteror penagih pinjaman online ilegal. Semua itu merupakan kenyataan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya, Jum’at (3/7/2026)

    Film Menang Untuk Kalah turut dibintangi sejumlah aktor Indonesia, termasuk aktor senior Surya Saputra. Kehadiran para pemeran diharapkan mampu memperkuat penyampaian pesan moral kepada masyarakat mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.

    Kapolda Jabar mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut. Menurutnya, karya seni memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran publik karena mampu menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

    Ia berharap film tersebut dapat dipublikasikan secara luas dan menjadi salah satu media edukasi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan judi online serta pinjaman online ilegal di tengah masyarakat.

    Bandung, 3 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • POLDA JABAR RAIH PENGHARGAAN TERTINGGI “NUGRAHA SAKANTI” DARI PRESIDEN PRABOWO DI HARI BHAYANGKARA KE-80

    POLDA JABAR RAIH PENGHARGAAN TERTINGGI “NUGRAHA SAKANTI” DARI PRESIDEN PRABOWO DI HARI BHAYANGKARA KE-80

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil menorehkan prestasi tertinggi di tingkat nasional pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Nugraha Sakanti kepada Polda Jabar atas jasa dan kontribusi luar biasa dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta dedikasi tanpa batas kepada bangsa dan negara.

    Tanda kehormatan tertinggi tersebut disematkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam upacara besar yang digelar di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Penganugerahan ini sah berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres RI) Nomor 37/TK/Tahun 2026 yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Mayjen Wahyu Yudhayana.

    Fondasi “Berwibawa, Tegas, dan Humanis”
    Penghargaan Nugraha Sakanti ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Polda Jabar dalam mengimplementasikan prinsip kerja yang “Berwibawa, Tegas, Humanis, dan Teguh dalam Melindungi, Mengayomi, serta Melayani Masyarakat.”

    Di bawah kepemimpinan Kapolda Jabar, Komjen Pol. Rudi Setiawan, institusi ini dinilai sukses besar dalam tiga aspek krusial:

    1. Kamtibmas Berbasis Kearifan Lokal: Melalui program unggulan “Sauyunan Jaga Lembur”, Polda Jabar berhasil membangun kolaborasi yang kokoh bersama masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
    2. Penegakan Hukum Internasional: Keberhasilan nyata dalam membongkar dan mengungkap jaringan sindikat perdagangan internasional.
    3. Sukses Operasi Ketupat Lodaya 2026: Inovasi pelayanan mudik lintas sektor melalui kehadiran pos-pos tematik di sepanjang jalur mudik, yang sukses memberikan pelayanan prima sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Jawa Barat.

    Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Bumi Pasundan
    Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan khusus yang mendalam agar semangat pelayanan ini terus dijaga oleh seluruh personel di tanah Jawa Barat.

    “Tanamkan semangat ‘sauyunan jaga lembur’. Jadilah penggerak peradaban, perketat persatuan, dan penguat kepercayaan rakyat di Bumi Pasundan. Serta teruslah mengabdi dengan kehormatan, ketulusan, dan integritas,” tegas Presiden Prabowo.

    Kado Terindah untuk Warga Jawa Barat
    Merespons penghargaan prestisius tersebut, Kapolda Jabar Komjen Pol. Rudi Setiawan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menegaskan bahwa penghargaan dari kepala negara ini merupakan buah dari konsistensi dan kerja keras kolektif.

    “Penghargaan Nugraha Sakanti dari Bapak Presiden Prabowo ini adalah kehormatan luar biasa sekaligus kado Hari Bhayangkara ke-80 untuk seluruh warga Jawa Barat. Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel Polda Jabar dan komitmen kolektif elemen masyarakat yang terus bergerak bersama kami menjaga stabilitas di Bumi Pasundan,” ujar Komjen Rudi saat memberikan keterangan pada Jumat (3/7/2026).

    Penganugerahan Nugraha Sakanti ini menjadi momentum bersejarah bagi Polda Jabar untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, menguatkan sinergi dengan masyarakat, dan menjaga marwah kepolisian yang dicintai rakyat.

    Bandung, 3 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polda Jabar Gandeng Insan Seni Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal Lewat Film “Menang Untuk Kalah

    Kepolisian Daerah Jawa Barat mendorong pendekatan edukatif dalam upaya pencegahan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal melalui karya seni. Salah satunya dengan mendukung produksi film Menang Untuk Kalah yang mengangkat dampak sosial dari kedua praktik tersebut.

    Kapolda Jawa Barat Komjen. Pol. Rudi Setiawan mengatakan, penyelesaian persoalan judi online dan pinjaman online ilegal tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat memiliki peran penting untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam praktik yang merugikan.

    “Judi online bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, judi online kerap memberikan kemenangan di awal untuk menarik minat pemain. Namun pada akhirnya, aktivitas tersebut justru berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan pelakunya.

    Kapolda Jabar juga menyoroti keterkaitan antara judi online dengan pinjaman online ilegal. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memanfaatkan pinjaman online ilegal untuk menutupi kerugian akibat bermain judi online.

    “Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang memiliki keinginan. Ketika ingin memenuhi keinginan itu dengan cara instan, sebagian orang menganggap judi online sebagai solusi. Saat mengalami kekalahan, mereka kemudian beralih ke pinjaman online. Akhirnya terjebak dalam lingkaran yang semakin sulit keluar,” katanya, Jum’at (3/7/2026)

    Berdasarkan data Polda Jabar, berbagai konflik sosial yang ditangani kepolisian memiliki keterkaitan dengan judi online maupun pinjaman online ilegal. Kondisi tersebut mendorong kepolisian memperkuat langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

    Kapolda Jabar mengatakan masyarakat perlu didorong agar lebih bijak memanfaatkan teknologi digital serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga tidak mudah tergoda oleh praktik-praktik yang merugikan.

    Menurutnya, kolaborasi dengan insan seni menjadi salah satu cara efektif menyampaikan pesan kepada masyarakat. Dari kerja sama tersebut lahirlah film Menang Untuk Kalah produksi Para Films yang mengangkat realitas sosial mengenai dampak judi online dan pinjaman online ilegal.

    Ia berharap film tersebut dapat ditonton masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan kesadaran publik sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat.

    Bandung, 3 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Bhabinkamtibmas Curug Mekar Sambangi Karyawan Mall, Sambil Sisipkan Motivasi dan Edukasi

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Curug Mekar Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar lakukan sambang kepada karyawan Hero Yasmin, berikan himbauan kamtibmas, motivasi dan edukasi, dalam upaya pertahankan situasi yang aman dan nyaman.

    Hal itu sesuai dengan arahan Kapolresta Bogor kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. Agar anggota Polri sambangi semua lapisan masyarakat di wilayah tempatnya bertugas sekaligus berikan himbauan kamtibmas.

    “Bhabinkamtibmas lakukan sambang kepada warga binaannya untuk terciptanya situasi yang aman, tertib dan nyaman dimasyarakat,” ucap Kapolsek Bogor Barat AKP. Didin Komarudin, S.H., M.H. Kamis (2/7/2026).

    “Selain dapat lebih mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat secara langsung, sambang merupakan salah satu sarana untuk mengedukasi masyarakat,” sambungnya.

    Berlokasi di Jalan KH, R Abdullah Bin Nuh RW 8 Kelurahan Curug Mekar Bogor Barat, terlihat Bhabinkamtibmas Aiptu Waluyo sambangi Bapak Amin selaku Karyawan Hero Yasmin, berikan himbauan kamtibmas sekaligus motivasi dan edukasi.

    Selain mendengarkan isi hati warga binaannya, Bhabinkamtibmas terlihat turut menyampaikan bilamana mengetahui adanya tindak pidana maupun keluhan untuk dapat melaporkan secara langsung kepada whatsapp Hot Line no aduan Kapolresta di nomer 085889110110, selama 1×24 jam.

  • Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Yatim

    Lembang – Kamis (2/7/2026) – Peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026 berlangsung penuh khidmat dan kehangatan. Selain meresmikan revitalisasi masjid, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., juga menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim dari wilayah sekitar Lembang yang selama ini dibina melalui pengajian Yayasan Al-Khoiriyah.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud tidak hanya bertujuan menghadirkan sarana ibadah yang lebih baik, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

    “Masjid harus menjadi tempat yang memakmurkan umat. Bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Dari masjid inilah kita berharap lahir insan-insan Bhayangkara yang berintegritas serta masyarakat yang saling menguatkan.”

    Menurut Wakapolri, memuliakan anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai yang harus terus hidup di setiap rumah ibadah.

    “Peresmian masjid akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kehadiran anak-anak yatim di tengah kita menjadi pengingat agar setiap amanah jabatan dan pengabdian senantiasa dilandasi hati yang penuh empati, keikhlasan, dan rasa syukur.”

    Sebanyak 25 anak yatim yang menerima santunan berasal dari lima wilayah Rukun Warga (RW) di sekitar Sespim Lemdiklat Polri. Mereka tinggal bersama keluarga atau wali masing-masing dan secara rutin mengikuti pembinaan keagamaan melalui Yayasan Al-Khoiriyah, sebuah majelis pengajian Al-Qur’an yang berdiri sejak tahun 2019 dan menjadi wadah pembinaan akhlak, pendidikan agama, serta pendampingan sosial bagi anak-anak di lingkungan tersebut.

    Imam Masjid Panggilan Sujud sekaligus Pembina Yayasan Al-Khoiriyah, Ustaz Khaerudin, S.H.I., menyampaikan rasa syukur atas perhatian Wakapolri dan jajaran Polri kepada anak-anak yatim binaannya.

    “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakapolri dan seluruh keluarga besar Polri atas kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim di sekitar Sespim. Mereka adalah amanah Allah SWT yang harus kita muliakan dan kita jaga bersama. Perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita.”

    Ustaz Khaerudin menjelaskan bahwa Yayasan Al-Khoiriyah selama ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak yatim dari lima RW di sekitar Sespim untuk belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta mempererat ukhuwah. Yayasan juga menjadi jembatan amanah berbagai pihak yang ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak tersebut.

    “Kami bersyukur karena keluarga besar Sespim Lemdiklat Polri, termasuk para peserta didik, selama ini memiliki kepedulian yang tinggi kepada anak-anak yatim. Setiap amanah yang dititipkan selalu kami salurkan dengan penuh tanggung jawab kepada mereka yang berhak menerimanya. Semoga Masjid Panggilan Sujud menjadi masjid yang makmur, menjadi pusat ibadah, majelis ilmu, pembinaan umat, sekaligus tempat tumbuhnya kepedulian sosial. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan Bapak Wakapolri beserta seluruh keluarga besar Polri dengan pahala yang berlipat ganda dan keberkahan dalam setiap pengabdiannya.”

    Kegiatan santunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kehadiran yang membawa manfaat bagi masyarakat. Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi simbol bahwa transformasi Polri dibangun di atas keseimbangan antara profesionalisme, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.

  • Masjid Panggilan Sujud Direvitalisasi, Wakapolri: Bangun Karakter, Bangun Peradaban

    Lembang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri dalam rangka Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. Revitalisasi ini memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembentukan karakter, pengembangan ilmu, dan penguatan spiritual bagi peserta didik.

    Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibangun secara instan.

    “Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT.”

    Menurut Wakapolri, pendidikan kepolisian harus memadukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Ia menekankan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar pembaruan fisik, melainkan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, dan pembangunan peradaban.

    “Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat.”

    Wakapolri juga mengajak seluruh peserta didik Sespim menginternalisasikan semangat “Impossible is Nothing” dengan meneladani kegigihan personel penyandang disabilitas yang mampu tampil optimal dalam rangkaian Hari Bhayangkara Ke-80.

    Selain itu, ia menegaskan reformasi pendidikan Polri melalui penerapan meritokrasi, pengembangan kepemimpinan berbasis talent pool, penyempurnaan kurikulum, serta pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital untuk mempersiapkan pemimpin Polri yang adaptif menghadapi tantangan masa depan.

    Peresmian revitalisasi masjid turut diisi kuliah umum oleh K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia mengapresiasi komitmen Polri dalam memperkuat dimensi spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah.

    “Nama Panggilan Sujud mengingatkan kita untuk selalu sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal. Masjid ini diharapkan menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas.”

    K.H. Aang Ridwan berharap Polri terus menjaga keutuhan NKRI, melanjutkan reformasi ke arah yang lebih baik, serta semakin dicintai masyarakat.

    Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi salah satu rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi, tetapi juga melalui penguatan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan yang berlandaskan integritas serta pengabdian kepada masyarakat.

  • Ciptakan Kerukunan di Masyarakat, Bhabinkamtibmas Cibogor Laksanakan Problem Solving

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Cibogor Polsek Bogor Tengah Polresta Bogor Kota Polda Jabar melakukan pendampingan terhadap warga yang terjadi kesalahpahaman untuk diselesaikan secara kekeluargaan musyawarah mufakat.

    Sesuai arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro agar selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu dan mengayomi.

    “Sesuai tugas pokok Bhabinkamtibmas memelihara kamtibmas di wilayah binaannya maka dari itu anggota Binmas hadir untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” ucap Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, Kamis (2/7/2026).