Category: Uncategorized

  • Polresta Bogor Kota Gelar Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pejabat Utama dan Kapolsek

    Kota Bogor – Polresta Bogor Kota menggelar upacara pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) untuk sejumlah pejabat utama dan Kapolsek, bertempat di halaman Mapolresta Bogor Kota. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.M.

    Adapun pejabat yang melaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan yaitu Kabag Ren, Kabag Log, Kasat Samapta, serta Kapolsek Bogor Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran dan penguatan struktur kepemimpinan di lingkungan Polresta Bogor Kota.

    Dalam amanatnya, Kapolresta Bogor Kota menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan proses yang wajar dalam institusi Polri sebagai upaya peningkatan kinerja, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat. Beliau juga mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat yang baru dilantik serta menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama mengemban tugas.

    Melalui kegiatan ini, Polresta Bogor Kota berharap terwujudnya soliditas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan tugas yang semakin presisi di wilayah Kota Bogor.

    Upacara berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Bogor Kota, Kapolsek jajaran, serta personel Polresta Bogor Kota.

  • Polresta Bogor Kota Berikan Pertolongan Cepat kepada Warga yang Diduga Terjatuh di Sekitar Jembatan Merah

    Kota Bogor – Anggota Polresta Bogor Kota memberikan respon cepat terhadap laporan masyarakat terkait adanya seorang warga yang ditemukan tergeletak di sekitar kawasan Jembatan Merah, Kota Bogor, pada Selasa pagi.

    Menerima informasi tersebut, petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan pertolongan pertama kepada korban yang diduga terjatuh saat berjalan. Kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis segera membuat petugas mengevakuasinya menggunakan ambulans Polresta Bogor Kota.

    Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, petugas belum menemukan kartu identitas pada diri korban, sehingga proses identifikasi masih dilakukan.

    Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau menghubungi RS Bhayangkara. Petugas memastikan akan terus memberikan pelayanan terbaik dan cepat dalam setiap laporan masyarakat.

    Demikian informasi yang dapat disampaikan. Polresta Bogor Kota akan memberikan pembaruan lebih lanjut terkait perkembangan situasi ini.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota Laksanakan Program Polantas Peduli, Kunjungi Keluarga Korban Kecelakaan di Kedung Badak

    Kota Bogor – Satlantas Polresta Bogor Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan humanis melalui program Polantas Peduli Korban Kecelakaan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi kediaman almarhum Putra Mohamad Irsan di wilayah Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

    Dalam kunjungan tersebut, Iptu F. EK. Susilo selaku Kasubnit 2 Unit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota bersama anggota menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum. Kehadiran petugas tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral kepada orang tua korban yang masih berduka.

    Selain itu, Iptu Susilo juga menyampaikan perkembangan penanganan perkara kecelakaan yang menimpa almarhum. Hal ini dilakukan sebagai wujud transparansi dan kepedulian Satlantas Polresta Bogor Kota dalam memastikan setiap proses penanganan perkara berjalan secara profesional, terbuka, dan dapat dipahami oleh pihak keluarga.

    Satlantas Polresta Bogor Kota berharap kegiatan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga korban serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui pelayanan yang lebih humanis dan presisi.

  • Polri Peragakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru pada Apel Kasatwil 2025, Dirsamapta: “Semua Tindakan Harus Sesuai Prosedur dan Berbasis HAM”

    Polri menampilkan peragaan lengkap konsep pelayanan unjuk rasa dalam rangka Apel Kasatwil Tahun 2025, sebagai bentuk kesiapan operasional dan penyegaran SOP dalam pengendalian massa yang lebih humanis, modern, dan berbasis hak asasi manusia. Peragaan yang dilakukan oleh Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri tersebut memperlihatkan secara utuh lima tingkatan eskalasi unjuk rasa, mulai dari situasi tertib hingga eskalasi rusuh berat, berikut langkah-langkah kepolisian yang harus dilakukan pada setiap tahap.

    Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. Moh. Ngajib menjelaskan bahwa model pelayanan unjuk rasa ini merupakan penyempurnaan dari pola lama, dengan menekankan profesionalisme, proporsionalitas, dan penggunaan kekuatan sesuai Perkap No. 1 Tahun 2009 serta standar HAM dalam Perkap No. 8 Tahun 2009.

    “Peragaan ini bukan sekadar simulasi, tetapi penegasan bahwa setiap tindakan kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa harus sesuai prosedur, terukur, dan menghormati hak-hak warga. Itulah standar pelayanan yang wajib diterapkan di seluruh satuan wilayah,” tegas Brigjen Ngajib.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri memeragakan tata cara pelayanan unjuk rasa berdasarkan lima tingkat eskalasi:

    1. Tertib – Massa patuh imbauan dan kegiatan masyarakat tetap berjalan lancar. Petugas menerapkan kehadiran polisi sebagai tindakan pencegahan (deterrent) serta imbauan lisan.

    2. Kurang Tertib – Massa mulai mengejek, provokasi ringan, dan tidak mengindahkan imbauan. Petugas menerapkan kendali tangan kosong lunak dan negosiasi oleh Kapolres sebagai pengendali taktis.

    3. Tidak Tertib – Massa mulai melempar, melakukan pembakaran lokal, atau gangguan yang menyebabkan luka ringan. Petugas melakukan kendali tangan kosong keras dan pendorongan dengan meriam air (AWC).

    4. Rusuh – Massa melakukan kekerasan, perusakan, serangan fisik, dan penutupan jalan secara masif. Petugas menerapkan penggunaan senjata tumpul, gas air mata, atau alat non-mematikan sesuai standar.

    5. Rusuh Berat – Situasi meningkat hingga memerlukan lintas ganti ke satuan Brimob atau penanganan oleh tim Raimas jika tidak tersedia PHH Brimob.

    Menurut Brigjen Ngajib, penyederhanaan prosedur dari 38 tahap menjadi lima fase membuat pola pelayanan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh petugas, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

    “Kita ingin seluruh Kasatwil memahami bahwa respons kepolisian tidak boleh reaktif. Ia harus melalui tahapan yang jelas, dengan evaluasi pada setiap tindakan. Inilah bentuk modernisasi pengendalian massa yang akuntabel,” ujarnya.

    Peragaan tersebut memperlihatkan keterlibatan terpadu berbagai fungsi kepolisian, seperti:

    – Sabhara sebagai Dalmas awal,

    – Propam sebagai pengawas tindakan dan kepatuhan prosedur,

    – Lalu Lintas untuk pengaturan arus,

    – Reskrim dalam identifikasi provokator dan pelaku pidana,

    – Intelkam untuk penggalangan massa,

    – Humas melakukan dokumentasi dan publikasi,

    – K-9 untuk sterilitas area,

    – serta tim negosiator bersertifikasi untuk meredam eskalasi.

    Teknologi baru juga ditampilkan, seperti helm Dalmas dengan konektor suara yang memungkinkan instruksi didengar hingga radius 2 km, serta penggunaan drone dalam pengambilan keputusan taktis.

    Brigjen Ngajib menegaskan bahwa tujuan utama peragaan ini adalah menyamakan persepsi seluruh Kasatwil dalam memberikan pelayanan unjuk rasa yang humanis namun tetap tegas.

    “Pelayanan unjuk rasa bukan sekadar pengamanan, tetapi pelayanan publik. Kita wajib memastikan massa dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, dan negara tetap hadir menjaga ketertiban umum secara proporsional,” ujar Dirsamapta.

    Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penguasaan lapangan menjadi kunci sukses aparat di era sekarang.

    “Kapolres harus dikenal oleh masyarakatnya. Semakin baik hubungan polisi dengan warga, semakin kecil potensi eskalasi unjuk rasa meningkat,” tutup Brigjen Ngajib.

  • Polda Jabar Gelar Binrohtal dan Doa Bersama dalam Rangka Peringatan HUT KORPRI ke-54

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) mingguan yang dirangkaikan dengan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54 Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al-Amman Polda Jabar, Rabu (26/11/2025).

    Pelaksanaan binrohtal kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. Agus Nur Kholik, S.Ag., M.A., yang memberikan tausiah bertema penguatan integritas, keikhlasan dalam bekerja, serta semangat pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai KORPRI. Kehadiran para personel Polda Jabar memenuhi Masjid Al-Amman menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan rohani ini.

    Dalam tausiahnya, Ustadz Agus Nur Kholik menekankan pentingnya menjaga hati, memperbaiki niat, dan menjunjung tinggi etika kerja sebagai aparatur negara. Ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan momen HUT KORPRI sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri.

    “Tugas kita bukan hanya menjalankan amanah kedinasan, tetapi juga menjaga amanah moral. Pengabdian tanpa keikhlasan tidak akan membawa keberkahan. Mari jadikan setiap langkah kita sebagai bentuk ibadah,” ujarnya.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat rasa syukur dan memperbanyak doa dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian. Menurutnya, ketenangan batin dan keteguhan iman adalah modal penting dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    Rangkaian acara diisi pula dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ustadz Agus, memohon kelancaran tugas, keselamatan personel, serta keberkahan bagi institusi Polri, khususnya Polda Jawa Barat. Doa bersama ini juga dipersembahkan untuk kesuksesan dan kemajuan Korps Pegawai Republik Indonesia yang memasuki usia ke-54.

    Kegiatan berjalan dengan penuh khidmat dan memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi para peserta. Para personel yang hadir diharapkan dapat menerapkan pesan rohani yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

    “Dengan diselenggarakannya binrohtal dan doa bersama ini, Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membina kemampuan teknis dan profesionalisme personel, tetapi juga memperkuat aspek mental dan spiritual sebagai pondasi penting dalam menjalankan tugas kepolisian secara berintegritas, humanis, dan penuh keikhlasan.” tutup Kabid Humas.

    Rabu, 26 November 2025

    Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar

  • Makna Logo Jaga Lembur Sauyunan Polda Jawa Barat

    Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyatakan bahwa Polda Jabar resmi memperkenalkan logo Jaga Lembur Sauyunan sebagai identitas program penguatan keamanan berbasis komunitas (Comunity policing) di wilayah Jawa Barat.

    “Logo ini dirancang dengan mengusung nilai budaya sunda, profesionalisme Polri serta komitmen pelayanan keamanan berbasis kemitraan bersama masyarakat.” ujar Kombes Hendra, Rabu (26/11/2025)

    Logo ini disusun dengan sejumlah unsur yang memiliki filosofi mendalam diantaranya :

    1. Bentuk Perisai
    Bentuk dasar logo menyerupai perisai, melambangkan perlindungan dan ketangg uhan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat Jawa Barat. Perisai juga menjadi simbol siap siaga menghadapi segala ancaman.

    2. Angka “24/7”
    Angka ini bermakna siaga penuh selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
    Menunjukkan bahwa personel Polda Jawa Barat selalu hadir kapan pun masyarakat membutuhkan, tanpa mengenal waktu.
    Warna Hijau (2): Melambangkan ketenangan, harapan, dan kedamaian yang diupayakan melalui kehadiran polisi di tengah masyarakat.
    Warna Kuning (4): Simbol energi, semangat, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
    Warna Biru (7): Mewakili profesionalisme, kepercayaan, dan integritas aparat kepolisian.

    3. Lambang Roda Bergigi
    Roda melambangkan kerja sama dan sinergi antar satuan, juga menggambarkan pergerakan yang terus berputar tanpa henti, menandakan kesiapsiagaan berkelanjutan dalam menjaga keamanan.

    4. Tulisan “SAUYUNAN”
    Kata “Sauyunan” berasal dari bahasa Sunda yang berarti gotong royong atau kebersamaan.
    Ini mencerminkan semangat solidaritas dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

    5. Tulisan “JAGA LEMBUR” dan Kepala Macan Hitam
    “Jaga Lembur” berarti menjaga kampung atau desa, menggambarkan kedekatan polisi dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
    Macan Hitam adalah simbol khas Jawa Barat yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan ketegasan dalam menjaga wilayahnya.
    Macan dengan mulut terbuka menunjukkan kesiapan bertindak cepat terhadap segala ancaman keamanan.

    6. Kujang di Sisi Kanan dan Kiri
    Kujang adalah senjata tradisional khas Sunda, simbol kehormatan, keberanian, dan identitas budaya Jawa Barat. Kehadirannya menegaskan bahwa Polda Jabar berakar kuat pada nilai-nilai lokal sambil menjaga keamanan secara modern.

    7. Warna Merah dan Kuning pada Pita
    Merah: Keberanian, semangat juang, dan pengorbanan.
    Kuning: Kejayaan, keadilan, serta niat baik dalam pengabdian kepada masyarakat.

    “Makna Keseluruhan
    Logo ini mencerminkan semangat Polda Jawa Barat yang siap siaga 24 jam, bekerja secara bersama (sauyunan) dengan masyarakat untuk menjaga keamanan kampung dan daerahnya (jaga lembur) dengan semangat keberanian, profesionalisme, dan nilai-nilai budaya Sunda” tutur Kabid Humas.

    Polda Jabar berharap program “Jaga Lembur Sauyunan” semakin mudah dikenali, diterima dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Program.ini diharapkan dapat memperkuat peran Polri bersama masyarakat dalam mencegah potensi kerawanan , meningkatkan kepekaan lingkungan serta mempererat hubungan komunikasi antara aparat keamanan dan warga.

    Bandung 26 Nopember 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Negara Bangga Kepada Polda Jabar Setiap Pukul 10.00 WIB Dikumandangkan Lagu Indonesia Raya

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara konsisten melaksanakan sebuah tradisi harian yang khidmat dan memperkuat disiplin serta identitas kebangsaan anggotanya. Setiap hari, tepat pukul 10.00 WIB, aktivitas di seluruh satuan kerja Polda Jabar akan terhenti sejenak. Pada jam tersebut, melalui pengeras suara dikumandangkanlah lagu kebangsaan “Indonesia Raya” yang disusul dengan pembacaan ulang Tribrata dan Catur Prasetya. Ritual singkat ini menjadi momen refleksi kolektif yang wajib diikuti oleh seluruh anggota sebagai penegasan jiwa korsa.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Saat lagu kebangsaan mulai mengalun, seluruh personel Polri, dari pimpinan hingga staf, tanpa terkecuali, diwajibkan untuk segera mengambil sikap sempurna di tempat mereka berada. Mereka harus berdiri tegak dan melakukan hormat sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada lambang negara dan kedaulatan bangsa. Tindakan ini merupakan penanaman nilai-nilai patriotisme secara masif dan harian, sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diamanatkan tugas mulia.

    “Setelah alunan Indonesia Raya berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Tribrata, yang merupakan pedoman hidup Polri, dan Catur Prasetya, yang memuat empat komitmen utama dalam pelaksanaan tugas. Seluruh anggota mendengarkan dan meresapi setiap butir dari pedoman etik tersebut. Tradisi harian ini berfungsi sebagai pengingat mendasar akan sumpah jabatan, etika profesi, serta tanggung jawab besar mereka sebagai penegak hukum yang harus melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat dengan profesionalisme.” ungkapnya, Selasa (26/11/2025)

    Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa disiplin harian ini adalah manifestasi dari penekanan pimpinan terhadap karakter anggota yang profesional dan bermoral. “Setiap butir yang didengar, baik lagu kebangsaan, Tribrata, maupun Catur Prasetya, adalah nutrisi spiritual bagi jiwa Korps Bhayangkara. Ini memastikan setiap anggota memulai atau melanjutkan tugasnya dengan kesadaran penuh bahwa Negara bangga sama Polda Jabar dan bahwa mereka membawa nama baik institusi,” jelasnya.

    Dengan berdirinya seluruh anggota setiap pukul 10.00 WIB untuk menghormati lagu kebangsaan dan mendengarkan pedoman etika, Polda Jabar mengirimkan pesan yang jelas mengenai komitmennya terhadap disiplin, nasionalisme, dan etika kepolisian. Tradisi ini diharapkan dapat menciptakan budaya kerja yang menjunjung tinggi kehormatan institusi dan memberikan dorongan moral yang kuat kepada seluruh personel untuk konsisten dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, menjadikannya teladan bagi kepolisian daerah lainnya di Indonesia.

    Bandung, 26 November 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polsek Tanah Sareal Tingkatkan Patroli Malam Bersama Pawas untuk Antisipasi Tindak Pidana dan Tawuran

    Kota Bogor – Anggota Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota bersama perwira pengawas (Pawas) melaksanakan patroli malam di wilayah hukum Polsek Tanah Sareal, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.M., guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

    Ipda Jayadi selaku Pawas menyampaikan bahwa patroli ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindak pidana maupun aksi tawuran yang kerap terjadi pada malam hari. “Malam ini kita maksimalkan patroli malam hari untuk mengantisipasi terjadinya tindak pidana maupun tawuran bersama anggota Polresta di bawah pimpinan Pawas,” ungkapnya.

    Patroli malam ini melibatkan piket Opsnal serta berkolaborasi dengan petugas keamanan (satpam) di sejumlah titik rawan. Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan mempersempit ruang gerak para pelaku yang berpotensi melakukan aksi kriminal maupun balap liar.

    Melalui kegiatan patroli ini, Polsek Tanah Sareal berharap dapat menciptakan situasi harkamtibmas yang tetap aman, tertib, dan terkendali di wilayah hukum Polsek Tanah Sareal serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

  • Tim Kemenko Bidang Pangan RI Lakukan Kunjungan ke SPPG Polresta Bogor Kota

    Kota Bogor – Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Bidang Pangan) melakukan kunjungan kerja ke Sentra Pelayanan Pengaduan dan Gakkum (SPPG) Polresta Bogor Kota. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung mekanisme penanganan pengaduan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu pangan serta proses monitoring distribusi kebutuhan pokok di wilayah Kota Bogor.

    Dalam kegiatan tersebut, Tim Kemenko diterima langsung oleh jajaran Polresta Bogor Kota yang memaparkan berbagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan distribusi pangan, termasuk pengawasan terhadap potensi pelanggaran seperti penimbunan dan permainan harga.

    Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara Polresta Bogor Kota dan pemerintah pusat dalam memastikan ketersediaan pangan tetap aman, lancar, dan terjangkau bagi masyarakat.

    Polresta Bogor Kota menyambut baik sinergi ini dan menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas pangan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  • Polresta Bogor Kota Laksanakan Gatur Lalu Lintas Pagi untuk Ciptakan Kelancaran dan Keamanan

    Kota Bogor – Anggota Polresta Bogor Kota kembali melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur) pada pagi hari di sejumlah titik keramaian dan ruas jalan utama. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memulai aktivitas.

    Petugas turun langsung ke lapangan untuk membantu mengurai kepadatan, terutama di kawasan sekolah, pasar, persimpangan padat, dan pusat perkantoran. Kehadiran polisi di lapangan turut membantu mencegah terjadinya kemacetan dan potensi pelanggaran lalu lintas.

    Polresta Bogor Kota menegaskan bahwa kegiatan gatur pagi merupakan bagian dari pelayanan rutin kepada masyarakat, sekaligus wujud komitmen dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya. Melalui upaya ini, diharapkan aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar, tertib, dan aman.

    Polresta Bogor Kota mengimbau para pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya. Pelayanan terbaik untuk masyarakat akan terus dilakukan demi terciptanya kamtibcarlantas yang kondusif di Kota Bogor.