Category: Uncategorized

  • Polresta Bogor Kota Gencarkan Razia Miras Demi Wujudkan Kota Aman dan Tertib

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menggelar razia minuman keras (miras) di berbagai titik wilayah Kota Bogor.

    Dengan semangat yang tak kenal lelah, petugas menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran miras tanpa izin. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu terjadinya gangguan kamtibmas.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., M.H. menegaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan razia miras secara rutin dan berkelanjutan. “Kami ingin menciptakan Kota Bogor yang aman, tertib, dan bebas dari minuman keras. Kegiatan ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif demi kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

    Melalui langkah tegas namun humanis ini, Polresta Bogor Kota berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan apabila mengetahui adanya penjualan miras tanpa izin di sekitarnya.
    Semua dilakukan demi terciptanya Kota Bogor yang aman, tertib, dan bebas dari miras.

  • Kapolri Hadiri Kompolnas Award: Polri Tak Antikritik, Komitmen Terus Perbaiki Diri!

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri bukanlah institusi yang antikritik. Korps Bhayangkara selalu menerima saran dan masukan untuk dijadikan bahan evaluasi guna menjadi polisi yang diharapkan serta dicintai oleh rakyat.

    Hal tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dan menyerahkan penghargaan di acara Kompolnas Award tahun 2025 di Hotel Merlyn Park, KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025).

    “Kegiatan ini wujud nyata bahwa Polri adalah Institusi yang terbuka Dan tidak antikritik. Serta menjadikan setiap masukan sebagai sarana evaluasi,” kata Sigit dalam sambutannya.

    Khusus pemenang maupun nominator, Sigit menginstruksikan bahwa, award tersebut harus dijadikan pemacu semangat guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

    “Bagi yang belum terpilih segera lakukan evaluasi serta tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih nyata dan bermanfaat,” ujar Sigit.

    Lebih dalam, Sigit memastikan, Polri dan Kompolnas akan terus meningkatkan sinergisitas ke depannya. Sehingga diharapkan, dengan terus berkomitmen memperbaiki diri, Polri bisa menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh khalayak luas.

    “Kemitraan antara Polri Dengan Kompolnas dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri yang humanis, menjunjung tinggi HAM, semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tutup Sigit.

  • POLDA JABAR GAGALKAN PEREDARAN NARKOBA JARINGAN INTERNASIONAL DAN LOKAL, 17,6 KG SABU, 19,5 KG GANJA, DAN SENJATA API ILEGAL DISIT

    Bogor-Polda Jabar melalui Dit Resnarkoba Polda Jabar berhasil melumpuhkan jaringan peredaran gelap narkotika skala besar, yang melibatkan rute internasional dan pasokan lokal, dengan menyita total barang bukti yang sangat masif: lebih dari 17,6 kilogram (kg) sabu dan sekitar 19,5 kg ganja. Pengungkapan yang dirilis pada 16 Oktober 2025 di Polda Jabar ini merupakan bagian dari komitmen Polda Jabar untuk mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika, demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.
    Kasus ini dikategorikan sebagai extraordinary crime, mengingat dampaknya yang merusak bangsa.

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar melakukan serangkaian penyelidikan dan penangkapan yang melibatkan tujuh tersangka dalam kasus sabu yaitu RD, D, RKA, JW, AEN, DAA, dan S. Jaringan ini diketahui beroperasi dari kawasan Cina, Malaysia, hingga Indonesia, dengan sabu yang disita diidentifikasi sebagai “grade terbaik” dari jaringan Golden Triangle. Operasi penangkapan dilakukan secara bertahap di empat lokasi lintas provinsi, dimulai dari Sukabumi (24 September 2025) , kemudian meluas ke Gerbang Tol Kalikangkung Semarang (1 Oktober 2025) , Surakarta (2 Oktober 2025) hingga berakhir di Citeureup, Kabupaten Bogor (4 Oktober 2025).

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Total barang bukti sabu yang berhasil disita mencapai 17.657,78 gram. Modus operandi para pelaku sangat beragam, termasuk menyembunyikan 5 kg sabu dalam kemasan teh Cina dan 2 ons sabu yang disamarkan dengan dibalut popok bayi di dalam bungkus plastik pembalut, serta penyitaan 34 butir ekstasi (inek)

    “Selain sabu, jajaran Satresnarkoba Polres Bogor juga mengungkap peredaran ganja lokal dari Aceh, menyita 15,5 kg ganja dari tersangka ID dan MF, ditambah 4 kg ganja dari Polrestabes Bandung, sehingga total ganja yang disita mencapai sekitar 19,5 kg.” ujarnya, Kamis (16/10/2025)

    Dir Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol. Albert RD. S.Sos., S.I.K., M.Si menyatakan bahwa Aspek yang paling mengkhawatirkan adalah temuan senjata api (senpi) rakitan beserta peluru tajam asli kaliber 7,62 (peluru AK-47) yang dimiliki oleh para bandar, menunjukkan tingkat bahaya dan resistensi mereka terhadap aparat. Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    “Ancaman hukuman yang menanti para pelaku adalah maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau pidana penjara 20 tahun. Selain itu, mereka diancam denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. Polda Jabar juga menyoroti bahwa jaringan ini sebagian masih dikendalikan dari dalam Lapas, sehingga akan memperkuat koordinasi dengan Kemenkumham. Polda Jabar menutup rilis pers dengan pesan tegas: “Negara hadir, Negara tidak boleh kalah” oleh jaringan atau sindikat narkoba” tutupnya.

  • POLDA JABAR TEGASKAN KOMITMEN ASTA CITA PRESIDEN SERTA PERAN PEMUDA BEBAS NARKOBA MENUJU INDONESIA EMAS 2045

    Bogor-Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menegaskan komitmennya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya poin ke-7 yaitu “Memperkuat Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi. Serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba” sebagai bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

    Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K.,M.H. menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mengawal dan mengisi agenda besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa semangat pemuda harus diarahkan pada hal-hal positif, bukan dirusak oleh pengaruh narkoba dan perilaku menyimpang.

    “Peran generasi muda jangan dirusak oleh narkoba. Bentuknya dan juga tulisannya betul-betul murni dari sana. Dan untuk ganja ini, ini dari lokal khususnya dari daerah Aceh yang masih banyak memproduksi di sini, dan mereka lah yang mengedarkan. Jadi saya memberikan edukasi dan literasi kepada seluruh para pemuda Indonesia,” ujar Kabid Humas, Kamis (16/10/2025)

    Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jabar menekankan bahwa cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila generasi mudanya terjerumus dalam narkoba dan tindakan kriminal lainnya.
    “Apabila kita mempunyai semangat yang besar dalam meraih cita-cita bangsa kita menuju Indonesia Emas tahun 2045, jangan ikuti langkah-langkah dan jejak orang-orang ini. Mereka adalah pengkhianat bangsa, perusak bangsa, yang membuat kita tidak bisa mencapai generasi emas yang diharapkan. Untuk itu, kerusakan ini, kejahatan ini jangan ditiru,” tegasnya.

    Kabid Humas juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga dan lembaga pendidikan, yang harus memperkuat pendidikan karakter dan pengawasan terhadap generasi muda.

    Di sisi lain, Direktur Narkoba Polda Jabar Kombes Pol. Albert RD., S.Sos., S.I.K., M.Si. menambahkan bahwa kejahatan narkoba merupakan bentuk penghianatan terhadap bangsa yang sangat serius.

    “Para pengkhianat biasanya adalah orang-orang yang berpikir sempit, berdalih kesulitan mencari nafkah, berdalih kesulitan mencari pekerjaan, tetapi dengan cara yang sangat jahat mereka merusak bangsa Indonesia ini. Jadi ini merupakan kejahatan luar biasa extraordinary crime yang merusak generasi dan masa depan negeri,” tegasnya.

    Menurutnya, sindikat narkoba tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki jaringan yang luas hingga ke level internasional. Oleh karena itu, Polri terus memperkuat kerja sama lintas instansi dan internasional dalam memberantas peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.

    Polda Jabar juga berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat melalui kegiatan literasi hukum, penyuluhan ke sekolah-sekolah, dan kampanye sosial agar pemuda tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu para pengedar yang bersembunyi di balik alasan ekonomi.

    “Bangsa ini butuh generasi kuat, sehat, dan berintegritas. Mari bersama kita dukung cita-cita besar pemerintah untuk memperkuat hukum dan birokrasi, serta melindungi anak bangsa dari bahaya narkoba, demi Indonesia Emas 2045,” tutup Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

  • Jajaran Divhumas Polri Laksanakan Anjangsana ke Jend. Pol (Purn) Da’i Bachtiar

    Bogor-Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho melaksanakan silaturahmi dan anjangsana ke kediaman Kadivhumas Polri periode 1998 Jenderal Polisi (Purn) Tan Sri Da’i Bachtiar, P.S.M., A.O. Kegiatan ini didampingi oleh sejumlah PJU Divhumas Polri.

    Jenderal Tan Sri Da’i Bachtiar pun menyampaikan apresiasi atas kinerja Divisi Humas Polri saat ini. Ia mengaku bahagia dengan peningkatan kinerja Divisi Humas Polri saat ini.

    “Pada kesempatan yang membahagiakan ini saya ingin memberikan apresisasi yang besar sekali kepada Humas Polri atas kinerjanya yang selama ini,” ungkapnya, Kamis (16/10/25).

    Diakui Jenderal Da’i Bachtiar, di dalam situasi informasi yang semakin deras, Divisi Humas Polri dipandang menunjukan komitmen bertransformasi. Di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Sandi, satker ini memberikan informasi yang menunjukan bahwa Polri senantiasa selalu berada ditengah-tengah masyakat untuk memberikan pelayanan, pengayoman, dan menegakkan hukum berkeadilan.

    “Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Humas Polri yang berulang tahun ke 74 semoga Allah Subhana Wa Ta’ala terus akan melindunginya sekaligus juga akan memberikan petunjuk dan arah bagi Humas Polri, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

  • Tekankan Masyarakat Jangan Terjebak Narkoba, Polda Jabar Amankan 17 Kg Sabu dan Ganja dari ‘Segitiga Emas’

    Bogor-Direktorat Reserse Narkoba dan jajaran, berhasil membongkar jaringan narkoba lintas provinsi dan internasional dalam operasi besar-besaran. Hasilnya, lebih dari 17 kilogram sabu, ribuan butir ekstasi, ganja, serta senjata api rakitan berhasil diamankan. Operasi ini menunjukkan kekuatan koordinasi antar wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Metro Jaya. “Ini adalah bukti nyata bahwa kita tidak pernah berhenti dalam perang melawan narkoba, yang terus mengancam masa depan bangsa,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H dalam Konferensi Pers di Mapolda Jabar, Kamis (16/10/2025)

    Kombes Pol. Hendra menjelaskan bahwa Operasi dimulai pada 24 September 2025, dengan penangkapan dua tersangka di Sukabumi yang mengamankan 5 gram sabu. Informasi dari tersangka membuka jejak lebih luas, mengarah ke jaringan yang melintasi provinsi. Pada 1 Oktober, polisi melakukan penangkapan di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, menyita lima kilogram sabu dalam kemasan teh Cina. Dua hari kemudian, operasi berlanjut ke Surakarta, mengamankan dua ons sabu dan 34 butir ekstasi yang disembunyikan secara cerdik.

    Sebagai penjelasan lebih lanjut tentang barang bukti utama, sabu dan ganja menjadi fokus pengungkapan ini. Sabu, yang disita sebanyak 17 kilogram secara keseluruhan, berasal dari jaringan internasional seperti Golden Triangle (melibatkan China, Myanmar, dan Thailand), dan dikemas dalam bentuk yang sulit dideteksi, seperti teh Cina atau pembungkus lain. Sabu ini diketahui memiliki efek adiktif tinggi, menyebabkan halusinasi, kerusakan otak, dan masalah kesehatan serius seperti gangguan jantung. Sementara itu, ganja yang diamankan mencapai 15,5 kilogram, sebagian besar dari sumber lokal seperti daerah Aceh, dan dikemas secara rapi untuk peredaran. Ganja ini dapat memicu masalah psikologis, termasuk kecanduan dan gangguan perilaku, terutama pada pemuda. “Sabu dan ganja ini bukan hanya barang haram, tapi senjata yang merusak generasi kita. Kita harus waspada terhadap dampaknya yang luar biasa,” tambah Dir Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol. Albert RD S.Sos., S.I.K., M.Si menekankan pentingnya pencegahan.

    Puncak operasi pada 2 Oktober di Bogor Polisi mengamankan 12 kilogram sabu, membawa total narkoba jenis sabu menjadi 17 kilogram. Selain itu, operasi ini juga menyita 15,5 kilogram ganja dan barang bukti lainnya. Total sepanjang Oktober, Polda Jawa Barat mencatat pengungkapan 21,5 kg sabu, 38,7 kg ganja, 79 butir ekstasi, dan ribuan butir obat keras. “Barang-barang ini berasal dari jaringan Golden Triangle, yang masuk ke wilayah kita melalui koordinasi internasional,” ungkap Kombes Albert.

    Lima tersangka dengan inisial RD, D, RKA, GW, dan AEN telah ditangkap dan dijerat Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 2, serta Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

    Polisi juga menemukan senjata api rakitan dengan peluru tajam, menambah risiko operasi. “Para tersangka bekerja sama dengan bandar di lapas, menjadikan ini kejahatan luar biasa yang harus kita hentikan,” tutur Kabid Humas Polda Jabar.

    “Sebagai Kabid Humas, saya menyampaikan bahwa Polda Jawa Barat tidak main-main dalam memberantas narkoba. Operasi ini adalah hasil dari koordinasi ketat antar jajaran, dan saya mengingatkan masyarakat, terutama pemuda, untuk tidak terjebak dalam jebakan ini. Jangan biarkan narkoba merusak mimpi Indonesia Emas 2045; laporkan segala kecurigaan kepada kami, karena bersama kita lebih kuat,’” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan.

    Operasi ini mendukung Astacita ke-7 Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pencegahan narkoba. Penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap jaringan lebih luas, dengan Polda Jawa Barat memastikan tindakan tegas. “Negara hadir dan tidak boleh kalah,” tutupnya.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota Beri Helm kepada Pengendara yang Ditemui Tidak Memakai Helm

    KOTA BOGOR – Dalam kegiatan patroli dan pengawasan lalu lintas, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota memberikan helm kepada seorang pengendara motor yang kedapatan tidak memakai helm saat melintas di jalan raya.

    Petugas kemudian memberikan teguran secara humanis kepada pengendara tersebut serta mengingatkan pentingnya menggunakan helm demi keselamatan diri saat berkendara. Sebagai bentuk edukasi dan kepedulian, petugas juga memberikan helm gratis agar pengendara dapat langsung memakainya di tempat.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol [Nama Kasat Lantas] menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat di jalan. “Kami tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi dan contoh positif agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap masyarakat semakin disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas, terutama penggunaan helm sebagai perlindungan dasar untuk mengurangi risiko fatalitas kecelakaan.

  • Satlantas Polresta Bogor Kota Beri Helm kepada Anak yang Ditemui Tidak Memakai Helm Saat Dibonceng Ibunya

    KOTA BOGOR – Dalam kegiatan patroli dan pengawasan lalu lintas, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota memberikan helm kepada seorang anak yang kedapatan tidak mengenakan helm saat dibonceng oleh ibunya di jalan raya.

    Petugas kemudian memberikan teguran secara humanis kepada sang ibu, sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama bagi anak-anak. Sebagai bentuk edukasi dan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas, petugas memberikan helm gratis kepada anak tersebut agar lebih terlindungi saat berada di jalan.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol [Nama Kasat Lantas] menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara. “Kami tidak hanya menegur pelanggar, tetapi juga memberikan edukasi serta contoh nyata pentingnya keselamatan, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Satlantas Polresta Bogor Kota berharap kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan helm saat berkendara semakin meningkat demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Bogor.

  • Polresta Bogor Kota Amankan Barang Bukti Diduga Milik Remaja yang Tinggalkan Lokasi Nongkrong

    KOTA BOGOR – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang nongkrong di sebuah lokasi dan diduga melakukan aktivitas yang meresahkan, anggota Polresta Bogor Kota dengan sigap segera bergerak menuju tempat kejadian.

    Setibanya di lokasi, petugas menemukan tiga unit sepeda motor, satu botol minuman jenis ciu, serta serbuk kratom seberat 250 gram yang diduga akan disalahgunakan. Namun, para remaja tersebut telah melarikan diri sebelum petugas tiba, meninggalkan sejumlah barang pribadi seperti sepeda motor, tas sekolah, dan baju seragam di lokasi kejadian.

    Seluruh barang bukti kemudian diamankan oleh petugas untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan profesional. “Kami berkomitmen menjaga keamanan lingkungan dengan mencegah potensi kenakalan remaja maupun penyalahgunaan barang berbahaya. Keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi sangat membantu upaya kepolisian menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

    Melalui langkah cepat tersebut, Polresta Bogor Kota menegaskan komitmennya dalam menciptakan rasa aman serta mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas di wilayah Kota Bogor.

  • Polresta Bogor Kota Cegah Tawuran Setelah Pantau Live Streaming di Media Sosial

    KOTA BOGOR – Mendapati aduan dari masyarakat terkait adanya siaran langsung di media sosial yang menampilkan sekelompok pemuda diduga akan melakukan aksi tawuran, anggota Polresta Bogor Kota dengan sigap melakukan penelusuran terhadap lokasi yang terlihat dalam video tersebut.

    Petugas segera mendatangi tempat kejadian dan melaksanakan patroli di wilayah sekitar untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Langkah cepat ini dilakukan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta menghindari timbulnya keresahan di masyarakat.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi-aksi yang berpotensi mengganggu keamanan. Setiap laporan masyarakat akan segera kami tindaklanjuti demi terciptanya Kota Bogor yang aman dan tertib,” tegasnya.

    Melalui patroli dan respon cepat terhadap informasi digital, Polresta Bogor Kota berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap terkendali serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di dunia nyata maupun dunia maya.