Category: Uncategorized

  • Polresta Bogor Kota Salurkan Bantuan Semen untuk Masjid, Wujud Kepedulian terhadap Sarana Ibadah

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota Polda Jabar kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan. Kali ini, Polresta Bogor Kota memberikan bantuan berupa semen kepada salah satu masjid di wilayah Kota Bogor. Jumat (05/09/2025).

    Bantuan ini diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan serta perbaikan sarana ibadah agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo SH, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan tokoh agama dan jamaah masjid.

    “Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dalam pembangunan masjid, sehingga menjadi tempat ibadah yang semakin nyaman bagi warga sekitar,” ungkap Kapolresta.

    Melalui kegiatan ini, Polresta Bogor Kota berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan keagamaan.

  • Polresta Bogor Kota Gelar Doa Bersama di Masjid Agung Alun-Alun, Wujud Harapan Kota Bogor yang Sejuk dan Kondusif

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota Polda Jabar menggelar kegiatan Doa Bersama di Masjid Agung Alun-Alun Kota Bogor, Kamis (04/09/2025). Kegiatan ini dihadiri jajaran kepolisian, tokoh agama, serta masyarakat dengan tujuan memohon keberkahan agar Kota Bogor senantiasa sejuk, aman, dan kondusif.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo SH, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bagian dari ikhtiar spiritual, selain upaya nyata aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Doa adalah kekuatan. Kami ingin Kota Bogor selalu dijaga Allah SWT, tetap damai, sejuk, dan kondusif. Sinergi antara aparat, ulama, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan hal itu,” ujar Kapolresta.

    Kegiatan doa bersama ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai persaudaraan dalam menjaga harmoni di Kota Bogor.

  • Polda Jabar Ungkap 12 Tersangka Kasus Bom Molotov, 11 Dihadirkan dalam Konferensi Pers

    Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tindak pidana penyebaran rasa permusuhan dan aksi pelemparan bom molotov saat demonstrasi di Gedung DPRD Jawa Barat. Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., bersama Dirressiber Polda Jabar, dipaparkan 12 orang tersangka, di mana 11 di antaranya dihadirkan langsung, sementara 1 tersangka lainnya masih di bawah umur dan tengah menjalani pemeriksaan.

    Kabid Humas Polda Jabar menjelaskan, para tersangka memiliki peran berbeda-beda, mulai dari meracik, melempar, merekam, hingga menyebarkan konten provokatif di media sosial. Salah satunya bahkan menuliskan kalimat provokatif dalam unggahan Instagram, “Sebotol intisari buat kalian aparat anjing”, serta mengajak membakar gedung DPRD.

    “Modus para pelaku ini sangat berbahaya karena tidak hanya melakukan aksi anarkis, tetapi juga menyebarkan konten provokatif yang berpotensi menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadap aparat,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Dalam uraian penyidik, beberapa tersangka berperan penting, seperti AF yang meracik dan melempar bom molotov, DR yang merekam peristiwa, serta MS yang tidak hanya meracik molotov tetapi juga terekam membakar bendera merah putih. Sementara RR, RZ, dan AGM berperan dalam mendokumentasikan dan menyebarkan konten tersebut ke media sosial dan grup WhatsApp.

    Selain itu, ada pula tersangka AY yang melakukan provokasi melalui siaran langsung TikTok dengan kalimat ajakan membakar gedung DPR, serta MAK yang mengunggah konten hoaks dengan narasi aparat menembakkan peluru karet. Polisi menilai rangkaian konten tersebut sengaja dibuat untuk memperkeruh situasi dan menimbulkan rasa benci kepada aparat negara.

    Dari penangkapan para tersangka, Polda Jabar berhasil mengamankan puluhan barang bukti, di antaranya 4 buah bom molotov, 3 kembang api, 2 bom gas portable, bendera “Star of Chaos”, pakaian yang digunakan pelaku, hingga 13 unit handphone berbagai merek beserta akun-akun media sosial yang dipakai untuk menyebarkan konten provokatif.

    “Semua tersangka didampingi penasihat hukum sesuai pasal 54 dan 56 KUHAP. Artinya, proses hukum tetap kami jalankan dengan menjunjung tinggi asas keadilan dan hak asasi,” tambah Dirressiber Polda Jabar dalam kesempatan yang sama.

    Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berlapis, di antaranya Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU ITE, Pasal 170 dan 406 KUHP, Pasal 66 UU No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, serta pasal 55 dan 56 KUHP. Ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara.

    Kabid Humas Polda Jabar menegaskan, kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap aksi-aksi yang merusak fasilitas negara dan mengganggu ketertiban umum. “Kami mengajak masyarakat Jawa Barat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten di media sosial. Mari bersama menjaga kondusifitas, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya, Kamis (4/9/2025)

    Polda Jabar juga menekankan pentingnya literasi digital agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Polisi memastikan akan terus menindak tegas siapa pun yang terbukti menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi yang mengarah pada tindak pidana.

    Bandung, 4 September 2025

  • Polda Jabar Ungkap Kasus Penghasutan dan Provokasi di Media Sosial

    Polda Jawa Barat berhasil mengungkap dan menangkap sejumlah pelaku kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 29 Agustus 2025. Dalam aksi tersebut, para pelaku diketahui membuat dan melempar bom molotov, membakar bendera merah putih, hingga menyebarkan konten provokatif di media sosial.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menjelaskan, sedikitnya 11 orang ditetapkan sebagai tersangka dengan berbagai peran. Di antaranya, ada yang meracik dan melempar bom molotov, merekam aksi, memposting ke media sosial, hingga melakukan provokasi melalui siaran langsung TikTok dengan ajakan membakar gedung DPRD.

    Selain itu, para pelaku juga menyebarkan ujaran kebencian serta berita bohong mengenai adanya penembakan oleh aparat dengan peluru karet. Unggahan-unggahan tersebut memicu keresahan dan memperkeruh situasi di masyarakat.

    “Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain beberapa unit handphone, akun media sosial, pakaian, bendera, cat semprot, serta empat buah bom molotov yang sudah dirakit.” ujar Kombes Hendra, Kamis (4/9/2025)

    Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE, Pasal 170 KUHP, Pasal 406 KUHP, Pasal 66 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Pasal 55 dan 56 KUHP. Ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara menanti para pelaku.

    Polda Jabar menegaskan, tindakan tegas ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Polisi juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi serta bijak dalam menggunakan media sosial.

    Bandung, 4 September 2025

  • Bhabinkamtibmas Cilendek Barat Sambangi Koperasi Kelurahan Merah Putih, Pererat Sinergitas Polri dan Pemda

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Kelurahan Cilendek Barat Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar melaksanakan sambang ke Koperasi Kelurahan Merah Putih, RW 7 Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini bertujuan mempererat sinergitas antara Polri dan pemerintah daerah melalui wadah koperasi masyarakat.

    Kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Kerja Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya sinergi lintas instansi agar Polri hadir sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

    Kapolsek Bogor Barat Kompol R. Ariani menyampaikan bahwa kegiatan sambang menjadi salah satu sarana memperkuat komunikasi lintas sektor.
    “Selain sebagai ajang silaturahmi, sambang ini sekaligus menjadi wadah untuk menyamakan persepsi serta langkah bersama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolsek.

    Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda Fajar Abdullah bertemu dengan Bapak Akbar selaku pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih. Keduanya membahas upaya memperkuat koordinasi dan kerja sama dalam menjaga kondusivitas serta mendukung program-program pemberdayaan masyarakat melalui koperasi.

    Melalui sinergitas yang terjalin, diharapkan kehadiran Polri dapat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penopang kesejahteraan warga di Kota Bogor.

  • Bhabinkamtibmas Sambangi Kantor Kelurahan Cilendek Timur, Pererat Sinergitas Lintas Instansi

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Kelurahan Cilendek Timur Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar melaksanakan kegiatan sambang ke kantor Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempererat sinergitas antara Polri dengan pemerintah kelurahan.

    Kegiatan sambang tersebut merupakan implementasi program kerja Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah dalam mendukung terciptanya solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

    Kapolsek Bogor Barat Kompol R. Ariani menyampaikan bahwa kegiatan sambang tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga untuk menyamakan persepsi dalam langkah nyata pelayanan publik.
    “Selain sebagai sarana silaturahmi, sambang ini sekaligus menjadi wadah menyatukan visi dan tindakan bersama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kapolsek.

    Dalam kunjungan tersebut, Bhabinkamtibmas Aiptu Endang bertemu dengan Sekretaris Kelurahan (Seklur) Cilendek Timur, Bapak Cecep. Mereka membahas upaya mempererat kerja sama, termasuk ajakan untuk berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan pemerintah kelurahan semakin kokoh, sehingga dapat bersama-sama memberikan pelayanan terbaik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Bogor.

  • Bhabinkamtibmas Menteng Bersama Warga Laksanakan Ronda Malam, Berikan Motivasi dan Edukasi Kamtibmas

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar bersama warga melaksanakan kegiatan ronda malam sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

    Kegiatan ronda yang digelar di wilayah Kelapa Senggeh RW 07, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., agar siskamling dan ronda malam kembali diaktifkan.

    Kapolsek Bogor Barat Kompol R. Ariani menjelaskan bahwa peran aktif warga dalam ronda malam menjadi kunci penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.
    “Ajak warga lakukan ronda, berikan edukasi dan motivasi sehingga masyarakat terpacu untuk bersama-sama menjaga kamtibmas yang kondusif,” tegas Kapolsek, Kamis (4/9/2025).

    Dalam pelaksanaan, tampak Bhabinkamtibmas Aiptu Ibo Wibowo bersama warga setempat melaksanakan ronda sambil berdialog dan memberikan imbauan kamtibmas.

    “Upaya ini kami lakukan karena kejahatan terjadi bukan hanya adanya niat dari pelaku, tetapi juga karena adanya kesempatan. Dengan ronda aktif, kesempatan itu bisa kita cegah bersama,” pungkas Kapolsek.

    Dengan kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat semakin kuat, sehingga lingkungan di wilayah Bogor Barat tetap aman, nyaman, dan kondusif.

  • Polresta Bogor Kota Bersama TNI dan Brimob Gelar Patroli Malam Jaga Kamtibmas

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota Polda Jabar bersama TNI dan Brimob melaksanakan patroli malam di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan upaya preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kamis (04/09/2025).

    Patroli gabungan tersebut dilaksanakan dengan menyusuri kawasan pusat kota, pemukiman, hingga titik-titik rawan gangguan kamtibmas. Kehadiran aparat TNI-Polri di lapangan diharapkan mampu mencegah tindak kriminalitas maupun aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa sinergitas TNI, Polri, dan Brimob adalah kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah.

    “Patroli malam ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Dengan sinergi TNI-Polri, kami ingin memastikan Kota Bogor tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkap Kapolresta.

    Masyarakat yang ditemui dalam patroli juga diajak untuk berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan jika menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas.

    Melalui patroli gabungan ini, diharapkan stabilitas keamanan di Kota Bogor dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, terutama pada malam hari.

  • Polresta Bogor Kota Bersinergi dengan TNI dan Satpol PP Laksanakan Patroli

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota bersama unsur TNI dan Satpol PP melaksanakan patroli di wilayah hukum Kota Bogor, Rabu (03/09/2025).

    Kegiatan patroli ini bertujuan untuk menjaga kondusifitas kamtibmas, mencegah potensi gangguan keamanan, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Rute patroli difokuskan pada titik-titik keramaian, pusat aktivitas masyarakat, serta lokasi rawan tindak kriminalitas.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo menyampaikan bahwa sinergi tiga pilar antara Polri, TNI, dan Satpol PP merupakan wujud nyata kebersamaan dalam menjaga keamanan di Kota Bogor.

    “Patroli gabungan ini tidak hanya sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai upaya pencegahan, penegakan aturan, serta memperkuat sinergitas antarinstansi,” ungkapnya.

  • Klarifikasi Isu Polisi Masuk Kampus, Polda Jabar Tegaskan Hanya Lakukan Pengamanan di Jalan Umum

    Bandung. Polda Jawa Barat meluruskan informasi yang beredar terkait tuduhan polisi masuk dan melakukan penyisiran di dalam kampus saat kericuhan terjadi beberapa waktu lalu. Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

    “Tidak ada Polisi yang masuk ke dalam kampus, tidak ada sweeping. Yang berada di pintu gerbang adalah kelompok massa, bukan mahasiswa UNISBA,” tegas Rudi Setiawan di Bandung, Selasa (2/9/2025).

    Ia menjelaskan, polisi hanya melintas di jalan umum dan tidak masuk ke dalam lingkungan kampus. Bahkan, dalam rekaman video yang beredar, salah satu direktur kepolisian terlihat mengingatkan jajarannya agar tidak memasuki area kampus.

    Polda Jabar juga telah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

    Menurut Rudi, pihak kampus justru meminta bantuan pengamanan karena kericuhan yang terjadi bukan sepenuhnya melibatkan mahasiswa mereka. “Kampus justru menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang mempersenjatai diri dan melakukan penyerangan terhadap petugas,” ujarnya.

    Kapolda menambahkan, sweeping di dalam kampus dilakukan oleh keamanan internal UNISBA, bukan oleh polisi. “Mereka tidak ingin nama baik kampus tercemar, sehingga internal melakukan pengusiran terhadap kelompok pengacau tersebut,” jelasnya.

    Dalam patroli skala besar yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan 16 orang pada pukul 00.30 WIB. Dari jumlah tersebut, 10 orang telah teridentifikasi, terdiri dari mahasiswa, satpam, wiraswasta, hingga pengangguran.

    Beberapa di antaranya kedapatan terlibat kasus narkoba dan membawa senjata berbahaya. Salah satunya MN (23), mahasiswa semester 5, kedapatan membawa ganja dan hasil tes urinnya positif narkoba. Pelaku lain berinisial MF (23) terbukti memiliki percakapan terkait transaksi narkoba serta ajakan berkumpul untuk membuat kericuhan.

    Selain itu, polisi juga mengamankan GOP, seorang pengangguran tamatan SMA yang membawa ganja, serta AA (25) asal Bandung yang kedapatan membawa senjata soft gun dengan peluru gotri. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.

    “Senjata gotri ini berbahaya, pada jarak dekat bisa mematikan. Untuk dua tersangka, sudah kami proses sesuai hukum. Sementara yang lainnya masih dalam pemeriksaan dan analisa tim,” kata Kapolda Jabar.

    Rudi memastikan, kericuhan tersebut bukan aksi unjuk rasa mahasiswa, melainkan tindakan kelompok tertentu yang telah merencanakan kekacauan. “Kami mohon kerja sama semua pihak, baik universitas maupun instansi terkait. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kajati, Pangdam dan Ketua Pengadilan agar Jawa Barat tetap aman,” tutupnya.