Blog

  • Tutup Pendidikan 282 Capaja Polri, Wakapolri Sampaikan Pesan Kapolri

    Semarang – Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58. Komjen Dedi membacakan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada 283 calon perwira remaja (capaja) yang telah merampungkan pendidikan selama tiga tahun, sejak 2023 hingga 2026.

    “Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 282 Capaja yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Bumi Bhayangkara, Akademi Kepolisian,” kata Komjen Dedi, membacakan amanat Jenderal Sigit, di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (10/7/2026).

    Komjen Dedi lalu menyampaikan ucapan selamat dari pimpinan Polri kepada para capaja yang lulus dengan prestasi terbaik. Yakni mereka yang menyandang predikat Adhi Makayasa, Ati Tanggap, Ati Tanggon, Ati Trengginas, dan Srikandi Cendekia.

    “Bagi yang meraih penghargaan, jangan berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga
    integritas dan kehormatan, serta mengharumkan
    nama baik institusi,” tutur Komjen Dedi.

    Terakhir, Komjen Dedi juga menyampaikan pesan Kapolri kepada para capaja lainnya yang lulus namun belum mendapat predikat terbaik. Para capaja itu diminta tak berkecil hati lantaran kesempatan menunjukkan prestasi terbuka lebar sepanjang masa karier mereka kelak.

    “Bagi yang belum memperoleh penghargaan, jangan berkecil hati. Ini baru awal perjalanan karier, dan kesempatan untuk menunjukkan pengabdian serta meraih prestasi terbaik masih terbuka lebar,” ujar Komjen Dedi.

    Diketahui nama batalyon taruna Akpol 2026 adalah Ksatriya Hawin Sarwahita. Mereka terdiri dari 249 pria dan 33 wanita.

  • PETISI AHLI DUKUNG POLRI BONGKAR DUGAAN KORUPSI BATU BARA, DESAK KORTAS TIPIKOR PERIKSA JAMPIDSUS DAN SELURUH PIHAK TANPA PANDANG BULU

    Jakarta – Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia (PETISI AHLI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah cepat Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU yang diduga menimbulkan kerugian negara dalam jumlah sangat besar.

    Presiden PETISI AHLI, Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, S.H., M.H., mengapresiasi langkah Polri yang telah meningkatkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan serta melakukan penggeledahan guna mencari alat bukti yang berkaitan dengan perkara.

    “PETISI AHLI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kakortas Tipikor Irjen Pol. Totok Suharyanto beserta seluruh jajaran penyidik yang bergerak cepat dalam mengusut dugaan korupsi yang menyangkut kepentingan publik dan keuangan negara. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu,” ujar Pitra.

    Menurutnya, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah sehingga mampu menghadirkan kepastian hukum sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

    PETISI AHLI juga mendesak Kortas Tipikor Polri agar memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui, terlibat, atau memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut, termasuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) apabila dalam penyidikan ditemukan petunjuk yang mengarah kesanana.

    PETISI AHLI menilai pengungkapan perkara tersebut menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia dilakukan secara objektif, independen, dan bebas dari intervensi.

    Lebih lanjut, PETISI AHLI meminta seluruh masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak membangun opini yang dapat mengganggu jalannya penyidikan. Penentuan status hukum seseorang sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik berdasarkan kecukupan alat bukti sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

    Di akhir pernyataannya, PETISI AHLI berharap penyidikan dapat dilakukan secara tuntas hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum, sehingga kerugian negara dapat dipulihkan dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin meningkat.

    “PETISI AHLI akan terus mengawal proses penegakan hukum ini agar berjalan secara profesional, independen, transparan, dan tanpa tebang pilih demi tegaknya supremasi hukum di Indonesia,” tutup Pitra.

  • Irjen Pol Pipit Rismanto Resmi Jabat Kapolda Jabar Gantikan Komjen Pol Rudi Setiawan

    Irjen Pol Pipit Rismanto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat menggantikan Komjen Pol Rudi Setiawan. Serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).

    Komjen Pol. Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

    “Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Komjen Rudi, Senin (6/7/2026)

    Sementara itu, Komjen Pol Rudi Setiawan kini menempati posisi baru sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri.

    Irjen Pol Pipit Rismanto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Selama berkarier di institusi Polri, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, khususnya dalam penanganan tindak pidana korupsi dan tindak pidana khusus.

    Sebelum dipercaya memimpin Polda Jabar, Pipit menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat sejak tahun 2023.

    Irjen Pol Pipit Rismanto diharapkan mampu melanjutkan berbagai program kepolisian serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jabar.

    Bandung, 6 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Sertijab di Polda Jabar, Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, Lakukan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto

    Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat resmi berganti. Momentum sakral tersebut ditandai dengan digelarnya Upacara Penyambutan dan Pelepasan (Welcome & Farewell Parade) di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Senin (6/7/2026)

    ​Prosesi serah terima pimpinan dari Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan kepada Kapolda Jabar yang baru, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, berlangsung penuh khidmat dan diselimuti rasa haru

    ​Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, para Pejabat Utama (PJU), personel lintas satuan kerja, hingga jajaran Bhayangkari Jabar.

    ​Dalam amanatnya, Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menegaskan bahwa rotasi kepemimpinan di tubuh Polri merupakan hal yang lumrah. Dinamika ini mutlak dilakukan demi menjaga keberlangsungan organisasi dan penyegaran pelayanan kepada masyarakat.

    ​”Kami berharap seluruh personel Polda Jabar tetap menjaga soliditas, loyalitas, dan profesionalisme. Berikan pengabdian terbaik demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tanah parahyangan ini,” ujar Komjen Pol. Dr. Rudi

    ​Sementara itu, Kapolda Jabar yang baru, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto menyatakan kesiapannya untuk menakhodai Korps Bhayangkara di Jawa Barat. Dirinya menegaskan komitmen penuh untuk melanjutkan estafet program- program positif yang sudah ditanamkan oleh pendahulunya.

    ​Tak hanya itu, Irjen Pol. Dr. Pipit juga menekankan pentingnya memperkuat sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat, TNI, dan instansi terkait demi menghadirkan Polri yang Presisi.

    ​”Kami akan melanjutkan fondasi yang sudah dibangun dengan baik ini. Sinergi dengan masyarakat akan terus diperkuat, pelayanan prima ditingkatkan, demi menjaga kepercayaan publik terhadap Polri dan memastikan Jawa Barat tetap aman dan tertib,” tegas Irjen Pipit.

    ​Acara kemudian dilanjutkan dengan tradisi pelepasan Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan beserta istri, diiringi pedang pora dan lambaian tangan dari seluruh keluarga besar Polda Jabar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.

    Bandung, 6 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Sinergitas Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Menteng, Berbagi Cerita Bersama Pengurus Kewilayahan

    Kota Bogor-Bhabinkamtibmas Menteng Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar bersinergi dengan Babinsa sambangi ketya RW bersama warga binaannya, berbagi cerita sekaligus berikan himbauan Kamtibmas, motivasi dan edukasi.

    Hal itu sesuai dengan arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. Agar anggota Polri lakukan sambang kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan yang terbaik

    “Kami lakukan sambang sekaligus memberikan motivasi dan edukasi kepada masyarakat serta mendengarkan curahan hati sambil berikan himbauan Kamtibmas,, dengan cara bersinergi,” ucap Kapolsek Bogor Barat AKP Didin Komarudin S.H., M.H., Minggu (5/7/2026).

    “Kehadiran kami bertujuan untuk menjadi penyemangat, sahabat sekaligus tempat konsultasi pada setiap permasalahan yang ada di masyarakat,” pungkas kapolsek.

    Berlokasi di Jalan Dr. Semeru RW 1 Kelurahan Menteng Bogor Barat, terlihat Bhabinkamtibmas Aiptu Ibo Wibowo Bersinergi dengan Babinsa Pelda A Nuhrowi lakukan sambang kepada Bapak Ferry selaku Ketua RW 1 bersama para ketua RT dan warga binaannya dengarkan curahan hati sambil berikan himbauan kamtibmas serta motivasi dan edukasi.

  • SPPG Polresta Bogor Kota Raih Juara Terbaik III Tingkat Polda Jabar dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

    BOGOR KOTA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Polresta Bogor Kota. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Bogor Kota berhasil meraih Juara Terbaik III pada Lomba SPPG Jajaran Polda Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 tingkat Polda Jawa Barat.

    Pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta sinergi seluruh personel SPPG Polresta Bogor Kota dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam mendukung program pemenuhan gizi yang berkualitas, higienis, dan sesuai standar.

    Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta inovasi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat.

    Selamat dan sukses kepada seluruh tim SPPG Polresta Bogor Kota atas prestasi yang telah diraih. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan yang terbaik demi mewujudkan Polri yang Presisi serta semakin dicintai masyarakat.

  • Kuasa Hukum Priyo Sayangkan JPU Masih Gunakan Keterangan Ririn yang Manipulatif Sebagai Dasar Tuntutan

    INDRAMAYU – 18/06/2026 – Menanggapi tuntutan 20 tahun penjara yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kuasa hukum terdakwa Priyo Bagus Setiawan, Ruslandi, langsung mengambil sikap tegas, Pihaknya menuding JPU masih menutup mata dan menggunakan keterangan manipulatif dari saksi pelaku lain, Ririn, sebagai dasar menyusun tuntutan dalam kasus “Paoman Indramayu”.

    Meskipun Ruslandi menyatakan memahami beratnya tuntutan JPU karena adanya dua anak di bawah umur di antara lima korban yang meninggal dunia, ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan berdasarkan kebenaran materiil, bukan narasi palsu.

    Target Pledoi Patahkan 2 Tuduhan Krusial
    Ruslandi dengan lantang membeberkan dua fakta persidangan yang diputarbalikkan dan akan menjadi amunisi utama dalam nota pembelaan (pledoi) mendatang,
    Manipulasi Alat Bukti Palu, JPU dinilai memaksakan adanya “niat bersama” hanya karena Ririn meminjam palu milik Priyo.

    “Padahal, fakta persidangan dengan jelas mengungkap bahwa palu tersebut dipinjam murni untuk merobohkan bangunan rumah, bukan untuk merencanakan tindak pidana,” tegas Ruslandi, Aksi Keji Terhadap Bayi, Ruslandi membantah keras keterlibatan kliennya dalam tindakan keji terhadap korban bayi. “Soal bayi yang ditenggelamkan, itu murni dilakukan oleh pelaku Ririn, sama sekali bukan dilakukan oleh Priyo!” cetusnya.

    “Jaksa Mengacu pada Keterangan Pelaku yang Manipulatif” Pihak kuasa hukum menyayangkan sikap JPU yang dinilai masih bersandar pada kesaksian Ririn yang sejak awal dinilai penuh kebohongan dan manipulasi untuk menyelamatkan diri sendiri.

    “Hal yang tidak dilakukan Priyo akan saya tekankan pada nota pembelaan, karena jaksa masih menggunakan keterangan pelaku Ririn yang terbukti banyak manipulatif,” pungkas Ruslandi dengan nada tinggi.

    Dengan selesainya pembacaan tuntutan, genderang perlawanan kini berpindah ke tangan tim penasihat hukum Priyo. Sidang berikutnya akan menjadi panggung bagi pihak Priyo untuk mematahkan argumen JPU lewat pembacaan pledoi, sebelum Majelis Hakim menjatuhkan vonis akhir.

  • Putri Ziani Bersinar sebagai Reina di Film Menang untuk Kalah, Talenta Asli Bandung Angkat Pesan Bahaya Judi Online

    Aktris sekaligus influencer asal Bandung, Putri Ziani Rachadian, mendapat apresiasi atas penampilannya sebagai Reina dalam film Menang untuk Kalah. Dalam film yang mengangkat fenomena judi online dan pinjaman online, Putri dinilai mampu menghadirkan karakter yang kuat, emosional, dan dekat dengan realitas kehidupan masyarakat. Film tersebut menjalani proses syuting di sejumlah lokasi di Kota Bandung.

    Kemampuan akting Putri Ziani dinilai berhasil menghidupkan sosok Reina melalui pembawaan yang natural, ekspresi yang meyakinkan, serta penyampaian konflik dan dinamika emosi yang terasa nyata. Hal tersebut membuat karakter Reina menjadi salah satu sosok yang mudah diterima dan relevan bagi para penonton.

    Tak hanya dikenal sebagai aktris, Putri Ziani juga merupakan influencer asli Bandung yang memiliki pengaruh besar di media sosial. Berdasarkan akun resminya, Putri memiliki sekitar 1 juta pengikut di Instagram (@putriziani) serta sekitar 3,8 juta pengikut di TikTok (@putrizianii) dengan total 118,1 juta likes, menjadikannya salah satu kreator konten muda asal Jawa Barat yang memiliki jangkauan luas.

    Film Menang untuk Kalah sendiri mengangkat pesan moral mengenai dampak buruk judi online dan pinjaman online terhadap kehidupan keluarga. Dengan latar pengambilan gambar di Bandung, film ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah melalui industri perfilman.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas hadirnya karya perfilman yang mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
    “Kami mengapresiasi lahirnya karya anak bangsa yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan edukatif tentang bahaya judi online dan pinjaman online. Kehadiran Putri Ziani sebagai putri daerah asal Bandung yang dipercaya memerankan karakter Reina menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa Barat. Semoga kiprahnya dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya, berprestasi, serta memanfaatkan media sosial dan dunia perfilman sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai positif,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Jum’at (3/7/2026)

    Ia juga berharap semakin banyak talenta muda Jawa Barat yang mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui karya-karya kreatif yang membawa manfaat bagi masyarakat.

    Dengan bakat yang dimiliki serta dukungan jutaan pengikut di media sosial, Putri Ziani dinilai memiliki peluang besar menjadi idola baru asal Bandung di industri perfilman Indonesia. Semoga perjalanan kariernya semakin sukses, terus menghasilkan karya-karya berkualitas, dan mampu mengharumkan nama Bandung serta Jawa Barat di kancah perfilman nasional.

  • Polda Jabar Dukung Film “Menang untuk Kalah”, Karya Anak Bangsa dari Bandung untuk Indonesia sebagai Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

    Polda Jabar Dukung Film “Menang untuk Kalah”, Karya Anak Bangsa dari Bandung untuk Indonesia sebagai Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mendukung penuh produksi film drama sosial berjudul Menang untuk Kalah, sebuah karya perfilman yang lahir dari Bandung untuk Indonesia dengan mengangkat fenomena maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat.

    Film yang disutradarai oleh Hastobroto ini mengisahkan perjalanan Bima, seorang kepala keluarga yang memiliki niat tulus untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Namun, di tengah tekanan ekonomi, Bima tergiur jalan pintas melalui judi online yang pada awalnya memberikan kemenangan semu. Ketika mengalami kekalahan, ia kemudian terjerat pinjaman online ilegal untuk menutupi kerugiannya. Kondisi tersebut akhirnya menyeret dirinya ke dalam lingkaran utang, kehancuran ekonomi keluarga, tekanan penagihan, hingga konflik rumah tangga yang semakin kompleks.

    Film Menang untuk Kalah diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris ternama Indonesia, di antaranya Surya Saputra sebagai Bima, Lulu Tobing, Yessy Gusman, Alessandrio Karamoy, Ajil Ditto, Putri Ziani, Beddu, Tike Priatnakusumah, serta Tigor. Kehadiran para pemain senior dan generasi muda tersebut diharapkan mampu memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.

    Dalam film ini, sosok anggota Kepolisian juga ditampilkan bukan semata-mata sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai figur humanis yang hadir memberikan edukasi, pendampingan, serta upaya pencegahan kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online dan pinjaman online ilegal.

    Kapolda Jawa Barat, Komjen Pol. Rudi Setiawan, memberikan dukungan penuh terhadap produksi film ini, mulai dari penguatan substansi pesan moral hingga pengawasan terhadap komunikasi publik yang dibangun melalui karya sinematik tersebut.
    Sementara itu, dalam pelaksanaan produksi di lapangan, proses pembuatan film turut mendapat dukungan dan pendampingan dari Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.

    Kapolda Jabar Komjen Pol. Rudi Setiawan hadir langsung dalam kegiatan peluncuran dan promosi film yang digelar di Hotel Savoy Homann, Bandung, Kamis (2/7/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa penyelesaian persoalan judi online dan pinjaman online ilegal tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan langkah edukatif dan preventif kepada masyarakat.

    “Judol bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya bahkan sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Judol sering memberikan kemenangan di awal untuk menarik minat pemain. Namun pada akhirnya berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan pelakunya,” ujarnya.

    Kapolda Jabar juga menyoroti keterkaitan erat antara praktik judi online dengan maraknya pinjaman online ilegal. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memanfaatkan pinjol ilegal untuk menutupi kerugian akibat bermain judi online, sehingga terjebak dalam lingkaran persoalan yang semakin sulit diselesaikan. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., pada Jumat (3/7/2026), mengatakan bahwa dukungan Polda Jabar terhadap film Menang untuk Kalah merupakan bagian dari strategi komunikasi publik dan edukasi sosial yang dilakukan Kepolisian kepada masyarakat.

    “Film ini dibuat berdasarkan realitas dan fakta yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui pendekatan seni dan budaya, kami berharap pesan mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal dapat diterima secara lebih luas, menyentuh sisi emosional masyarakat, serta menjadi sarana edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Melalui dukungan terhadap film Menang untuk Kalah, Polda Jawa Barat berharap masyarakat semakin memahami bahwa judi online dan pinjaman online ilegal bukanlah solusi atas persoalan ekonomi, melainkan ancaman yang dapat menghancurkan masa depan individu, keluarga, dan lingkungan sosial. Kehadiran film ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus gerakan edukasi bersama untuk membangun masyarakat yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.

    Bandung, 3 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • rawal dari Kasus Judi Kosambi, Lahir Film “Menang Untuk Kalah” Angkat Dampak Judol dan Pinjol

    Berawal dari Kasus Judi Kosambi, Lahir Film “Menang Untuk Kalah” Angkat Dampak Judol dan Pinjol

    Film Menang Untuk Kalah lahir dari kolaborasi antara Polda Jawa Barat dan insan seni sebagai media edukasi mengenai bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

    Kapolda Jawa Barat Komjen Pol. Rudi Setiawan mengatakan, ide pembuatan film tersebut berawal dari diskusi dengan Alfarizi, seorang seniman yang dikenalnya. Percakapan itu terjadi setelah Polda Jabar mengungkap kasus perjudian di kawasan Kosambi yang sempat menjadi perhatian publik.

    Menurutnya, Jawa Barat tidak memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian karena praktik tersebut menjadi pemicu berbagai persoalan sosial di masyarakat.

    Dari kolaborasi tersebut lahirlah film Menang Untuk Kalah produksi Para Films yang mengangkat kisah korban yang terjebak dalam lingkaran kecanduan judi online hingga terlilit utang pinjaman online ilegal.

    Film tersebut menggambarkan berbagai dampak yang dialami korban, mulai dari tekanan akibat penagihan utang, kehancuran ekonomi keluarga, konflik rumah tangga, hingga perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan.

    Kapolda Jabar menilai cerita yang diangkat merupakan cerminan berbagai kasus yang selama ini ditemukan di lapangan.

    “Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa mengalami kehancuran akibat judi online dan bagaimana tekanan yang dialami korban ketika diteror penagih pinjaman online ilegal. Semua itu merupakan kenyataan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya, Jum’at (3/7/2026)

    Film Menang Untuk Kalah turut dibintangi sejumlah aktor Indonesia, termasuk aktor senior Surya Saputra. Kehadiran para pemeran diharapkan mampu memperkuat penyampaian pesan moral kepada masyarakat mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.

    Kapolda Jabar mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut. Menurutnya, karya seni memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran publik karena mampu menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

    Ia berharap film tersebut dapat dipublikasikan secara luas dan menjadi salah satu media edukasi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan judi online serta pinjaman online ilegal di tengah masyarakat.

    Bandung, 3 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar